Monday, March 4, 2013

Analisis Jurnal

,


Judul                 : Term Structure Examination of Indonesian Money Market: Some Efficiency   Issue

Penulis               : Anggoro Budi Nugroho

Nama  Jurnal     : The Asian Journal of Technology Management Vol. 4 No. 2 (2011): 99-108

Pada jurnal tersebut telah dibahas tentang efisiensi struktur jangka waktu Indonesia sebagaimana yang telah diberlakukan oleh Bank Sentral negara tersebut. Pada umumnya, Angka Bank Indonesia(BI) memiliki beberapa macam variasi dari 30 hari,60 hari, dan 180 hari, yang biasanya dinyatakan sebagai biaya plain vanilla  pembiayaan utang antar bank tergantung pada panjang waktu. Risiko ketidakpastian menyebabkan pasar utang untuk bekerja tidak efisien, sehingga terjadi pergeseran jangka panjang premium. Jika pasar utang efisien, hari ini jangka panjang suku bunga sebagai biaya modal adalah objektif prediktor kepentingan jangka waktu tertentu di masa depan.

            Dalam penelitian, Jangka pendek suku bunga bukanlah prediktor terbaik dari jangka menengah ketika adanya bukti bahwa terdapat kointegrasi antara 30hari dan 90 hari BI rate. Namun, pada kenyataannya hasil uji statistic yang dilakukan mengatakan bahwa ada hubungan jangka pendek dan jangka panjang dalam Angka BI, hal tersebut dibuktikan dengan kointegrasi antara 30 hari dan 180 hari suku bunga BI.
            Untuk melakukan penelitian tersebut, maka digunakan metodologi serta data yang merujuk pada perilaku atau pergerakan  suku bunga di pasar keuangan. Hal tersebut dilakukan karena asset yang banyak terkait adalah dengan suku bunga (mis: kredit dan pinjaman). Selain itu,  eksplorasi juga perlu dilakukan dengan menggunakan kointegrasi seperti Vector Autoregressive (VAR) dan Error Corection Method (ECM).
            Hasil dari penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa meskipun ada hubungan antara suku bunga variable, struktur waktu masa depan mereka tidak dapat diprediksi dengan menggunakan jangka pendek 30 hari. Hal tersebut berarti bahwa pasar praktisi atau investor, rentenir dan deposan pada khususnya akan masih harus lebih berhati-hati dalam mengharapkan kemungkinan tingkat pergerakan masa depan. Dalam kebijakan masyarakat, Bank Indonesia harus lebih meningkatkan kebijakan target suku bunga, sehingga dapat terhindar dari resiko dan dapat menyerap informasi secara efisien.


0 comments to “ Analisis Jurnal ”

Post a Comment